Aku terdiam.
Namun, benakku seperti memilikki pilihannya sendiri.
Diantara huruf inilah, jiwaku berbisik.
Diantara baris-baris sajak inilah, dukaku berbenah.
Hanya aku berdua, dengan penakku.
Lalu datang lagi; waktu, sehingga kami lengkap.
Kami bersama-sama merebus kata dengan api yang tak pernah padam; yang telah ku tabung.
Ideologi-ideologiku seakan memudar, seakan tercuci oleh keringat yang meraung-raung untuk beristirahat. Memang, hidup ini penuh dengan tikungan yang tajam. Dan ditengah kecuraman itu, memang terukir sebuah pilihan' Apakah kau akan menjadi sebuah sabda, atau larut bersama ribuan kata diambang kesunyian?
Aku terdiam - lagi.
Showing posts with label wanderlust. Show all posts
Showing posts with label wanderlust. Show all posts
Sep 29, 2018
Sep 21, 2018
Pemulihan
Biarkan saja aku terbaring disini.
Tidak tahu kamu terbaring dimana,
Asalkan semesta kita satu.
Bukan karena masih merasa memiliki,
Tetapi masih ada yang tertinggal,
Yang senantiasa tergelincir didalam manifestasi bayang-bayang.
Antara kau lupa, atau kau mati,
Seganas-ganasnya api,
Dia masih menyisahkan serpihan jejaknya,
Dan serpihan partikel yang ia jamah,
Tidak sepertimu.
Menghabiskan waktu dan menjerit menghempaskan lampau yang kini menjadi ketakutan dalam penghabisan.
Namun, barangkali,
Saat aku berdoa malam ini,
Kegelisahan yang pucat itu akan tergegas,
Dan anagn-angan panjang ini akan terisi,
KArena bagiku,
Aku hanya membutuhkan makna.
Dan kau adalah makna; saat sungai dan petir menjelma pada bola matamu.
Tidak tahu kamu terbaring dimana,
Asalkan semesta kita satu.
Bukan karena masih merasa memiliki,
Tetapi masih ada yang tertinggal,
Yang senantiasa tergelincir didalam manifestasi bayang-bayang.
Antara kau lupa, atau kau mati,
Seganas-ganasnya api,
Dia masih menyisahkan serpihan jejaknya,
Dan serpihan partikel yang ia jamah,
Tidak sepertimu.
Menghabiskan waktu dan menjerit menghempaskan lampau yang kini menjadi ketakutan dalam penghabisan.
Namun, barangkali,
Saat aku berdoa malam ini,
Kegelisahan yang pucat itu akan tergegas,
Dan anagn-angan panjang ini akan terisi,
KArena bagiku,
Aku hanya membutuhkan makna.
Dan kau adalah makna; saat sungai dan petir menjelma pada bola matamu.
Jun 27, 2017
Mechanism
You are delightfully chaotic,
But I slipped into your mortal revelations,
From which I can't swim back,
From which I can't recovered,
Because somewhere inside of me,
will always be the person I am today.
But I slipped into your mortal revelations,
From which I can't swim back,
From which I can't recovered,
Because somewhere inside of me,
will always be the person I am today.
Aug 18, 2014
Rindu
Damai tidak dapat berbuat, kita hanya terus meresapi untaian yang ada, cinta yang tumbuh diatas putih. Derai itu terus mendesakku, namunku terus mendekapkan diri diparuh waktu. Hanya ini yang dapat ku persembahkan, rindu yang mendalam.
Jul 9, 2014
Siklus
Lepaskan saja, yang berpedih diri.
Terlalu keras. Terlalu deras derai petir yang menyambar.
Lalu, apa kabar dengan perbedaan?
Terlalu keras. Terlalu deras derai petir yang menyambar.
Lalu, apa kabar dengan perbedaan?
Jul 3, 2014
Bulan Juli
Cintaku padamu, seperti pohon beringin. Tidak pernah berhenti tumbuh.
Cintaku padamu, seperti udara. Menghembuskan kesegaran, membuat kita hidup didalamnya, dan bertahan.
Cintaku padamu, seperti minyak yang jatuh ke tanah,
Seberapa banyak air yang berusaha memudarkannya,
Partikel-partikelnya akan terus menetap, tanpa jejak.
Cintaku padamu, seperti udara. Menghembuskan kesegaran, membuat kita hidup didalamnya, dan bertahan.
Cintaku padamu, seperti minyak yang jatuh ke tanah,
Seberapa banyak air yang berusaha memudarkannya,
Partikel-partikelnya akan terus menetap, tanpa jejak.
May 28, 2013
Membran Selektif Parmeabel (Akibat UKK IPA Yang Super Susah)
Disclaimer: Tulisan ini saya buat ditahun 2013, dan juga saya post diblog pertama saya yang sudah tidak saya gunakan.
Kekasihku...Hari ini aku telah menyelesaikan ujian hari ke-3ku.
Ternyata hukum ke-3 Newton memang berpengaruh
Pada hati, dan pikiranku saat mengerjakan soal.
Aksi-reaksi negatif, yang membuat dua jiwa berbeda
Memiliki besar yang sama, namun berbeda arah.
Kekasihku...Hari ini aku telah menyelesaikan ujian hari ke-3ku.
Ternyata hukum ke-3 Newton memang berpengaruh
Pada hati, dan pikiranku saat mengerjakan soal.
Aksi-reaksi negatif, yang membuat dua jiwa berbeda
Memiliki besar yang sama, namun berbeda arah.
Sudah begitu banyak usaha, gaya, energi, dan daya
Yang telah kita kalkulasi selama ini.Entah itu searah, membentuk sudut atau bahkan berlawanan arah.
Kita berhasil melawan kesesatan inersia,
Dan memproteksi cinta kita dengan mempertahankan equilibrium.
Aku tidak perduli apa kata Blaise Pascal dan Isaac Newton,
Yang mendesign gaya dan tekanan cinta kita.
Biarlah kita yang memberi usaha pada struktur cinta kita sendiri.
Asalkan tekanan cinta kita seoptimal 2x10^16 N/m2
Dan serendah rendahnya 10^18 N/m2
Sayangku...Aku akan terus mentransfer panas asmara kita. Tak peduli apakah itu secara konduksi, konveksi atau radiasi. Tak peduli apakah itu melalui gelombang transversal atau longitudinalMelalui gelombang elektromagnetik atau mekanik.
Aku akan terus mencari medium,
Untuk kelangsungan merambatnya asmara kita,
Dan melewati setiap ruang hampa,
Dengan hukum archimedes, hukum snellius, hukum pascal atau bahkan,
Hukum newton.
Maafkan aku, jika resonasi cintaku belum begitu kuat. Maafkan aku, bila cintaku masih berupa gelombang mekanik,
Dan belum menemukan Medium yang pas,
Untuk perambatan cinta kita.
Maafkan aku, bila tekanan cintaku belum seideal hukum newton,
Maaf aku, bila usaha, gaya dan energi cintaku belum memenuhi syarat hukum konservasi mekanik. Tetapi aku akan terus memberi konsentrasi osmosis, pada konsentrasi cinta kita.
Semoga dengan begitu, Cinta kita akan menjadi Membran selektif parmeabel, agar cinta kita dapat bertahan lebih lama. Aku menyayangimu seperti ketergantungan, antara gelombang mekanik dengan mediumnya.
Mar 11, 2013
Antah - berantah
Berjalan ke antah-berantah,
Berjalan lebih jauh,
Mengejar arah tak kuasa.
Indah memang pudar,
Segar telah terhembus,
Karena jarum-jarum itu runtuh padaku.
Pasalnya, aku takut kamu tidak kuat menanggung serdadu dukaku dan dukamu.
Berjalan lebih jauh,
Mengejar arah tak kuasa.
Indah memang pudar,
Segar telah terhembus,
Karena jarum-jarum itu runtuh padaku.
Pasalnya, aku takut kamu tidak kuat menanggung serdadu dukaku dan dukamu.
Apr 27, 2010
Malamku
Derai hujan semakin menusuk, petirpun menyambar hingga ke utara, namun rasa ini tetap memberontak tidak mau diutarakan.
Ku resapi senja ini mendalam, hitam telah memaksa masuk.
Malam, tidak bisa dihindari, riuh warnanya.
Aku hanya membisu, lalu mengeras rasa.
Ku resapi senja ini mendalam, hitam telah memaksa masuk.
Malam, tidak bisa dihindari, riuh warnanya.
Aku hanya membisu, lalu mengeras rasa.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)
