Oct 31, 2018

The sky isn't clear

I'm here! with my thoughts, sincerely.

Stuck in square 1. Stuck.. with my own thoughts? I guess.

The sky isn't clear as day. The night sky's been crawling into my head, robbing my thoughts. My thoughts are perplexed. And me? Well, I'm just.. trying. Trying to swim away the doubts, the goosebumps, the pessimistic, the curiosity, the damned.

It's always been like this. I'm a lost duck trying to get back to it's purposes. I'm swimming but I'm drowning, although I am not literally drowning. Still alive but barely living.

I need to find my way. To create myself. To discover my identity. To invent and reinvent the meaning of life.

Now, I realized, choice is what matters. But, why is the answer that I'm looking for is none of the choices available? Or is it just not there, yet? Should I find it?

I'm lost. I need to get to my feet.
I'm lost. I need to keep my thoughts away from me.
I'm lost. Will it be okay?

I'm lost. But I'm in the journey of discovery.
I'm lost. But I will keep swimming. I will get to where I'm meant to be. Better than ever. Someday.

Someday. When the sky is clear as day.

Sep 29, 2018

Aku terdiam

Aku terdiam.
Namun, benakku seperti memilikki pilihannya sendiri.
Diantara huruf inilah, jiwaku berbisik.
Diantara baris-baris sajak inilah, dukaku berbenah.

Hanya aku berdua, dengan penakku.
Lalu datang lagi; waktu, sehingga kami lengkap.
Kami bersama-sama merebus kata dengan api yang tak pernah padam; yang telah ku tabung.

Ideologi-ideologiku seakan memudar, seakan tercuci oleh keringat yang meraung-raung untuk beristirahat. Memang, hidup ini penuh dengan tikungan yang tajam. Dan ditengah kecuraman itu, memang terukir sebuah pilihan' Apakah kau akan menjadi sebuah sabda, atau larut bersama ribuan kata diambang kesunyian?

Aku terdiam - lagi.

Sep 21, 2018

Pemulihan

Biarkan saja aku terbaring disini.
Tidak tahu kamu terbaring dimana,
Asalkan semesta kita satu.

Bukan karena masih merasa memiliki,
Tetapi masih ada yang tertinggal,
Yang senantiasa tergelincir didalam manifestasi bayang-bayang.

Antara kau lupa, atau kau mati,
Seganas-ganasnya api,
Dia masih menyisahkan serpihan jejaknya,
Dan serpihan partikel yang ia jamah,
Tidak sepertimu.
Menghabiskan waktu dan menjerit menghempaskan lampau yang kini menjadi ketakutan dalam penghabisan.

Namun, barangkali,
Saat aku berdoa malam ini,
Kegelisahan yang pucat itu akan tergegas,
Dan anagn-angan panjang ini akan terisi,
KArena bagiku,
Aku hanya membutuhkan makna.
Dan kau adalah makna; saat sungai dan petir menjelma pada bola matamu.
Back to Top