Biarkan saja aku terbaring disini.
Tidak tahu kamu terbaring dimana,
Asalkan semesta kita satu.
Bukan karena masih merasa memiliki,
Tetapi masih ada yang tertinggal,
Yang senantiasa tergelincir didalam manifestasi bayang-bayang.
Antara kau lupa, atau kau mati,
Seganas-ganasnya api,
Dia masih menyisahkan serpihan jejaknya,
Dan serpihan partikel yang ia jamah,
Tidak sepertimu.
Menghabiskan waktu dan menjerit menghempaskan lampau yang kini menjadi ketakutan dalam penghabisan.
Namun, barangkali,
Saat aku berdoa malam ini,
Kegelisahan yang pucat itu akan tergegas,
Dan anagn-angan panjang ini akan terisi,
KArena bagiku,
Aku hanya membutuhkan makna.
Dan kau adalah makna; saat sungai dan petir menjelma pada bola matamu.

No comments :
Post a Comment